Apa Itu SKB

Posted on

SKB PP 23 – SKB singkatan berasal dari Surat Keterangan Bebas. SKB adalah dokumen sakti bagi Wajib Pajak penerima pendapatan agar tidak dipotong atau dipungut pajak oleh pemotong atau pemungut. Pemotong atau pemungut sebagai pemberi penghasilan. SKB diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak, Direktorat Jenderal Pajak. Dengan memperlihatkan SKB, pemotong atau pemungut PPh dan/atau PPN tidak lagi laksanakan kewajiban pemotongan. Secara tidak langsung, SKB memberitahukan kepada pemotong atau pemungut pajak bahwa untuk Wajib Pajak ini tidak wajib lagi dipotong atau dipungut. Mungkin dalam bhs gaulnya SKB bilang seperti ini, “Kamu jangan potong penghasilan gue ya!”.

Dengan demikian, uang tunai Wajib Pajak tidak dipotong atau dipungut pajak. Wajib Pajak menjadi punya tambahan kemampuan cash untuk digunakan modal kerja usaha. Tagihan pendapatan menjadi utuh diterima oleh penerima penghasilan. Inilah salah satu manfaat SKB.

Pajak apa saja yang dapat diberikan SKB?
1. PPh Final atas pendapatan WP yang punya peredaran bruto tertentu (PP 46 Tahun 2013)
2. PPh Final atas Bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia
3. Wajib Pajak masih mengalami rugi fiskal
5. PPh Final pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan
6. PPN kepada perwakilan Negara Asing dan Badan Internasional serta Pejabatnya
7. PPN Buku Pelajaran Umum, kitab suci dan buku-buku pelajaran agama
8. PPnBM atas kendaraan bermotor
9. BKP dan JKP Tertentu yang dibebaskan PPN