Cara Buat Laporan Pajak Bulanan yang Benar

Cara Buat Laporan Pajak Bulanan yang Benar

Konsultan Pajak Jakarta – Jika di beberapa tahu silam, pajak badan usaha akan dilaporkan manual memakai formulir baru kemudian diserahkan langsung ke kantor pajak maka sejak tahun 2016 pelaporan pajak badan dapat dilakukan melalui media online. Sebelumnya laporan pajak online hanya dapat dilakukan dari ASP, sehingga di masa itu petugas pajak tidak mampu untuk menjelaskan secara gambling apa yang dimaksud dengan ASP. Application Service Provider merupakan perusahaan penyedia jasa aplikasi, sekarang ini di Indonesia terdapat 4 ASP yang telah ditunjuk oleh Ditjen pajak yakni www.spt.co.id/www.pajakku.com/www.eform.bri.co.id dan yang terakhir adalah www.online-pajak.com.

Kita dapat melakukan pelaporan pajak dari salah satu aplikasi yang telah disebutkan di atas. Meskipun jenis pajak yang dapat dilaporkan online masih terbatas. Ditjen pajak sendiri telah menyediakan aplikasi yang bernama e-SPT untuk dapat membuat laporan SPT serta loader e-SPT Direktorat Jenderal Pajak online untuk bisa melaporkan SPT tahunan pajak penghasilan orang pribadi berdasarkan pada 1770 formlir tahun 2014, atau SPT masa pajak penghasilan menurut pasal 21/26 formulir di tahun 2014 atau SPT masa pajak penghasilan menurut pasal 4 ayat 3 dari formulir di tahun 2009 serta yang terakhir adalah SPT tahunan pajak penghasilan badan formulir 1771.

Hal utama yang perlu kamu lakukan untuk membuat laporan SPT adalah sebagai berikut ini:

  1. Jalankan aplikasi e-SPT nya lalu pillih database pada form login dan masukkan username dan password-nya.
  2. Pilih SPT lalu dari sini kamu bisa membuat SPT baru, berusahalah untuk memasukan data masa SPT lau klik “Buat SPT”
  3. KLIK SPT lalu daftar pemotongan pajak lalu Satu Masa Pajak. Formulir ini bisa dipakai untuk input daftar wajib pajak yang kena pungutan pajak. Kamu bisa memilih objek pajak pegawai tetap dan isikan jumlah dari pajak penghasilanmu lalu pilih simpan. Bila ini berhasil maka kamu akan melihat tampilan Daftar Pemotongan Pajak.
  4. Pilih Isi SPT lalu daftar SSP/Pbk. Jangan lupa untuk menambahkan data pembayaran pajak baru kemudian pilih kode akun pajaknya, kode jenis setoran dan terakhir masukkan tanggal SSP serta NTPN atau Nomor bukti Pbk
  5. Pilih Isi SPT lalu pilih SPT induk dan periksa lagi isiannya di tiap bab. Jangan lupa untuk isi bagian E, lalu pernyataan serta Ttd pemotong dan pilih simpan.
  6. Untuk membuat laporan pajaknya, kamu bisa klik CSV lalu pilih pelaporan SPT dan pilih masa pajak baru klik buat file CSV
  7. Setelah kamu selesai membuat CSV, maka kamu bisa melaporkan pajak dari aplikasi e-filling. Cukup dengan login di efilling.pajak.go.id lalu klik “buat SPT” lalu upload lah file SPT yang telah kamu buat sebelumnya dan pilih Start Upload. Ambil kode verifikasi dan input kode tersebut baru klik “Kirim SPT”

 

About The Author

Related Post