Jaga Seni Tradisional Tetap Lestari di Sekolah dan Tangan Generasi Muda

Posted on

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang besar serta beragamnya suku bangsa. Kemajemukan suku bangsa memberikan peluang besar bagi tumbuh kembangnya berbagai seni tradisional bernilai adiluhung di berbagai wilayah Nusantara. Seni tradisional yang menjadi bagian hidup masyarakat itu harus menjadi ikon kebanggaan bangsa Indonesia melalui ciri khas masing-masing wilayah. Namun, seni tradisional itu akan punah jika tidak dikenalkan dan didekatkan kepada generasi muda saat ini.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan mempunyai program bantuan fasilitasi sarana kesenian guna ikut melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Fasilitasi sarana kesenian adalah kegiatan pemberian bantuan dana secara langsung untuk pembelian sarana kesenian tradisional dari pemeri ntah ke seko l ah-seko l ah se l uruh Indonesia. Program tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2012 ini telah memfasilitasi sarana kesenian bagi 4.300 sekolah hingga tahun 2017. Tahun 2018 ini, bantuan dialokasikan untuk 539 sekolah dengan jumlah fasilitasi yang diberikan sebesar maksimal Rp 90 juta. Pelaksanaan pemberian bantuan ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 70 persen dari total penerima untuk proposal yang masuk pada 2017, tetapi tidak terverifikasi di tahun 2017.

Sedangkan tahap kedua sebanyak 30 persen untuk proposal yang diterima pada 2018. Lokakarya tahap I diikuti oleh 300 kepala sekolah terdiri atas satuan pendidikan tingkat pendidikan dasar dan menengah (SD/SMP/SMA/SMK/SLB) negeri maupun swasta di 34 provinsi yang diselenggarakan pada awal Maret 2018. Sementara tahap kedua diikuti oleh 239 calon penerima bantuan yang ditetapkan paling lambat pada Agustus 2018. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, keterlibatan aktif dari berbagai pihak seperti pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha sangat diperlukan untuk mendukung upaya pelestarian seni tradisional.

“Pemerintah daerah dengan APBD-nya dapat mengalokasikan anggarannya, begitu juga dunia usaha atau pihak swasta perlu kita dukung agar memiliki komitmen yang sama, apakah melalui program tanggung jawab social perusahaan maupun filantropi,” katanya dalam acara Lokakarya Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sarana Kesenian di Satuan Pendidikan Tahun 2018.

Syarat Pemberian Fasilitasi
Program asuransi pendidikan terbaik ini diberikan bagi sekolah yang memiliki guru seni, ekstrakurikuler bidang seni, dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan guna pemanfaatan bantuan sarana kesenian. Sekolah yang akan menerima bantuan minimum memiliki 60 siswa untuk jenjang SD, 30 siswa untuk SMP, 10 siswa untuk SDLB, 5 siswa untuk SMPLB, 30 siswa untuk SMA/SMK, dan 5 siswa untuk SMALB. Program ini diharapkan juga dapat menjangkau daerah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan). Sekolah yang ingin mendapatkan bantuan sarana kesenian dapat mengajukan proposal permohonan bantuan yang telah diketahui komite sekolah dan disetujui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota ditujukan kepada Direktur Kesenian. Di dalam proposal cantumkan nama sekolah, nomor pokok sekolah nasional (NPSN), dan alamat sekolah.

Sekolah juga perlu melampirkan berkas lainnya seperti fotokopi NPWP sekolah, profil lengkap, pernyataan pakta integritas, dan foto-foto terkait sekolah seperti foto gedung, dan foto kegiatan siswa. Proposal yang masuk selanjutnya masuk dalam proses verifikasi yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang telah ditetapkan oleh Direktur Kesenian. PPK memanfaatkan data pokok pendidikan dalam proses verifikasi. Kemudian PPK menetapkan penerima bantuan fasilitasi sarana kesenian sesuai dengan usulan tim verifikator. Calon penerima bantuan akan mengikuti lokakarya terlebih dahulu yang bertujuan untuk memberikan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengadaan peralatan kesenian sesuai dengan aturan dalam petunjuk teknis.