Mengenal Aneka Macam Teknik Fotografi dan Contohnya

Dalam dunia fotografi, ada berbagai macam tehnik pengambilan gambar fotografi  yang dilakukan oleh para fotografer untuk membuahkan hasil karya yang bagus. Dalam dunia fotografi, komposisi, momen, tehnik bakal menentukan hasil sebuah karya fotografi. Dengan tehnik pengambilan yang berbeda, object yang sama bakal membuahkan nuansa yang berbeda.

Pada artikel kali ini aku bakal mencoba mengajak teman- rekan untuk mengenal macam macam tehnik fotografi dan contohnya. Sebenarnya tehnik di dalam fotografi ada berbagai macam, namun terhadap artikel kali ini aku bakal mengulas 5 tehnik diantaranya yang kerap digunakan di dalam dunia fotografi.

Mengenal macam macam tehnik fotografi Slow Speed / Long Exposure
Teknik Slow Speed photography atau yang kerap terhitung disebut dengan tehnik long exposure merupakan salah satu tehnik yang lazim dipergunakan oleh para fotografer untuk melukiskan object yang sedang bergerak. Teknik ini disebut slow speed / long exposure photography. Disebut demikianlah karena untuk melakukan tehnik ini diperlukan setting shutter speed yang lambat sehingga terjadi exposure yang lebih lama. Oleh karena itu, tehnik ini disebut slow speed atau long exposure.

Fotografer kerap mengaplikasikan tehnik ini untuk memotret lanscape dengan object air yang bergerak seperti air terjun, aliran air sungai, dan sebagainya. Dengan tehnik ini, hasil foto bakal keluar lebih dramatis. Untuk melakukan tehnik ini, selain settingan yang tepat diperlukan terhitung beberapa alat pendukung seperti tripod yang berfungsi untuk meminimalisasi shake terhadap saat pengambilan gambar (pada settingan shutter speed lambat, gerakan sedikit terhadap kamera mampu membuyarkan hasil gambar).

Selain tripod, seringkali fotografer pakai shutter release yang tujuannya terhitung untuk meminimalisasi getaran kamera akibat memencet tombol shutter. Jika tehnik ini dilakukan terhadap saat cahaya terang (siang hari misalnya) diperlukan terhitung filter ND yaang berfungsi untuk menggelapkan object sebegai kompensasi settingan exposure yang lama sehingga gambar tidak over exposure.

Mengenal macam macam tehnik fotografi High Speed Photography
Teknik pengambilan gambar fotografi yang ke-2 adalah high speed photography. Teknik ini merupakan kebalikan berasal dari tehnik slow speed photography/ long exposure. Jika terhadap tehnik slow speed digunakan shutter speed yang lambat, maka terhadap tehnik ini dilakukan sebaliknya.

Shutter speed bakal disetting cepat, tujuannya adalah untuk membekukan object yang sedang bergerak sehingga gambar yang dihasilkan tidak melukiskan bahwa object yang difoto sedang bergerak, namun bakal keluar mematung. Teknik ini kerap diaplikasikan oleh fotografer aktivitas olahraga.

Kita tentu kerap menyaksikan berita olahraga yang menampilkan gambar seorang atlet sepak bola (misalnya) yang sedang menyundul bola. Seperti kita ketahui terhadap saat sang atlet menyundul bola, momentum terjadi hanya seper sekian detik, nah untuk menangkap momentum tersebut, kecepatan rana / shutter speed terhitung kudu diatur menjadi seper sekian detik sehingga gambar si atlet dan bola mampu “beku”.  Tidak seperti terhadap tehnik slow speed, terhadap tehnik ini tripod tidak perlu diperlukan karena dampak goncangan tidak bakal begitu berpengaruh, terutama terkecuali shutter speednya terlampau cepat.

Namun, shutter speed yang cepat bakal menyebabkan saat exposure menjadi terlampau singkat sehingga diperlukan cahaya yang berlimpah. Nah untuk menyiasatinya (terlebih terkecuali sesi pemotretan dilakukan di di dalam ruangan studio), fotografer pakai cahaya bantuan, mampu berasal dari speedlight (flash) atau lampu studio. Namun kudu diiingat, tidak seluruh lampu tambahan tersebut mampu digunakan untuk high speed photography. Lampu tambahan dengan fitur high speed sync saja yang mampu digunakan untuk high speed photography.

Mengenal macam macam tehnik fotografi Panning
Teknik panning di dalam fotografi merupakan perpaduan pada tehnik slow speed dengan tehnik high speed photography. Obyek yang difoto sama sama sedang bergerak, namun yang menjadikan tehnik ini unik adalah, hasil foto dengan tehnik ini bakal menampakkan object utama yang keluar jelas/tajam namun elemen lain (background dan foreground) bakal menjadi blur karena gerakan (motion blur).

Bagaimana tehnik ini dilakukan? Untuk melakukan tehnik ini, diperlukan setting shutter speed yang tidak lambat dan tidak pula cepat. Kemudian kita kunci fokus terhadap object yang bergerak ( dengan menekan setengah tombol shutter) sesudah itu kita jepret sembari mobilisasi kamera sesuai dengan kecepatan dan arah gerak object utama.

Nah, denga tehnik tersebut, object utama bakal keluar tajam, dan foreground dan backgroundnya bakal mengalami motion blur. Untuk melakukan tehnik ini diperlukan trial dan error yang lumayan banyak, karena kita kudu mampu menyinkronkan pada gerakan kamera kita dengan gerakan obyek.

Mengenal macam macam tehnik fotografi Fotografi Makro
Fotografi makro adalah salah satu tehnik fotografi yang punya tujuan untuk memotret object yang terlampau kecil. Teknik fotografi ini sama dengan mikroskop yang berfungsi untuk menyaksikan benda / object yang kecil.

Untuk mampu melakukan tehnik ini, kita kudu pakai lensa khusus untuk memotret makro yang harganya lumayan mahal. Namun bagi kita yang bermodal cekak, kita mampu pakai alat bantu seperti filter makro, Macro Extension Tube, atau dengan cara membalik posisi lensa.

Fotografi ini tidak hanya mampu dilakukan dengan kamera DSLR / kamera digital, kita terhitung mampu melakukan makro fotografi dengan kamera HP dengan hasil yang tidak kalah waw. Tentunya kamera HP dimodifikasi dengan diberi lensa tambahan.

Mengenal macam macam tehnik fotografi Strobist
Teknik fotografi strobist berasal berasal dari kata strobe yang mempunyai makna kurang lebih lampu sorot. Memang tehnik ini erat hubungannya dengan lampu sorot. Pada tehnik ini, fotografer bakal melakukan manipulasi cahaya baik avaliable light (misal cahaya matahari) ataupun cahaya buatan (dari lampu kilat / studio) untuk membentuk cii-ciri object / model. Biasanya tehnik ini digunakan di dalam fotografi model / portrait. Sesuai dengan namanya, tehnik ini membutuhkan lampu tambahan beserta perangkatnya (reflector, diffuser, dsb).

Fotografer bakal menentukan posisi model, lampu, tingkat kekerasan cahaya, intensitas cahaya untuk membentuk cii-ciri yang diinginkan oleh sang fotografer. Teknik ini membutuhkan pengaturan posisi yang detil berasal dari sang fotografer.

Pada tehnik ini terkecuali terjadi perbedaan posisi salah satu unsur (model, lampu, fotografer) bakal menyebabkan sebuah foto keluar terlampau berbeda. Oleh karena itu, pengetahuan perihal tehnik dasar fotografi kudu masak dikuasai oleh fotografer. Sehingga fotografer mampu melakukan setting yang  baik dan juga paham yang kudu dikoreksi terkecuali ternyata hasilnya kurang memuaskan.

Nah, sekian pernah rekan rekan artikel mengenal macam macam tehnik fotografi dan contohnya berasal dari tukangpotogadungan.com. Semoga berfungsi bagi tteman rekan sekalian dan meningkatkan motifasi untuk belajar fotografi. Jika ada kritik, saran, tambahan atau yang lainnya, silahkan rekan rekan tuliskan terhadap kolom komentar di bawah ini. Sekian, menerima kasih dan salam jepret.

About The Author

Related Post